Internet China dilanda “Serangan Besarâ€
Selasa, 27 Agustus 2013 13:23 WIB
Ilustrasi (Antarasumsel.com/Grafis/Aw)
Beijing, China (ANTARA/AFP) - China dilanda serangan terbesar yang pernah ada terhadap struktur internetnya, yang menerjang server .cn milik negara itu, menurut sebuah badan pemerintah terkait.
Layanan resolusi nama domain nasional berada yang diserang “distributed denial of services†(DDoS) selama sekitar dua jam lebih awal pada Minggu, menurut China Internet Network Information Centre (CNNIC) mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Resolusi nama domain adalah bagian penting dari bagaimana Internet bekerja, mengubah nama situs ke dalam satu set digit - alamat IP - yang dikenal komputer. Layanan di China berfokus pada website dengan ekstensi .cn.
Serangan DDoS adalah upaya untuk membebani server dengan jumlah besar permintaan, sehingga mengganggu atau menahan fungsinya.
Gelombang kedua serangan di China dua jam kemudian berkembang menjadi "yang terbesar dari jenisnya yang pernah ada," kata CNNIC, tanpa memberikan petunjuk siapa yang kemungkinan bertanggung jawab.
"Resolusi beberapa situs terpengaruh, menyebabkan kunjungan menjadi lambat atau terputus."
Washington telah berulang kali menuduh China melancarkan serangan peretasan terhadap situs-situs instansi pemerintah dan bisnis AS.
Tapi Beijing membantah tuduhan itu, mengatakan China sendiri adalah korban dari serangan internet. (04/wy)
Layanan resolusi nama domain nasional berada yang diserang “distributed denial of services†(DDoS) selama sekitar dua jam lebih awal pada Minggu, menurut China Internet Network Information Centre (CNNIC) mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Resolusi nama domain adalah bagian penting dari bagaimana Internet bekerja, mengubah nama situs ke dalam satu set digit - alamat IP - yang dikenal komputer. Layanan di China berfokus pada website dengan ekstensi .cn.
Serangan DDoS adalah upaya untuk membebani server dengan jumlah besar permintaan, sehingga mengganggu atau menahan fungsinya.
Gelombang kedua serangan di China dua jam kemudian berkembang menjadi "yang terbesar dari jenisnya yang pernah ada," kata CNNIC, tanpa memberikan petunjuk siapa yang kemungkinan bertanggung jawab.
"Resolusi beberapa situs terpengaruh, menyebabkan kunjungan menjadi lambat atau terputus."
Washington telah berulang kali menuduh China melancarkan serangan peretasan terhadap situs-situs instansi pemerintah dan bisnis AS.
Tapi Beijing membantah tuduhan itu, mengatakan China sendiri adalah korban dari serangan internet. (04/wy)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komentari martir, selebritas internet China diganjar delapan bulan penjara
01 June 2021 7:41 WIB, 2021
Bir topan dan pemecah batu bikin warga desa China jadi sensasi Twitter
23 December 2019 14:44 WIB, 2019
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
Pusri pastikan stok dan penyaluran pupuk bersubsidi aman hadapi musim kemarau
24 August 2026 12:28 WIB